Kamis, 06 Mei 2021

Indonesia dan Minimalis

Tadinya saya berniat membahas langsung soal gimana saya mengelola baju. Tapi saya tergelitik buat membahas ini dulu sebagai extend sosialisasi soal minimalis. Saya pribadi merasa bahwa kita beruntung sebagai orang indonesia. Sebab seharusnya banyak aspek yang mendukung kita yang mau belajar menerapkan pola minimalis.

Pertama Budaya, khususnya jawa.
Ya, ini agak bias sih, sebab saya bukan ahli budaya dan menulis ini berdasar pada pengalaman saya yang lahir dan besar dalam kultur jawa. Pada umumnya prinsip hidup cukup, tidak bermewah-mewahan dan mensyukuri apa yang dimiliki menjadi salah satu core budaya jawa. Bahkan salah satu kutipan yang saya tahu adalah sugih tanpo artha. Bahkan keluarga saya ada semacam anekdot, enak itu jadi orang pas pasan. Pas butuh pas dikasih. Haha. Anyway, sejauh yang saya pelajari, saya tidak dibiasakan punya sesuatu berlebih. Kalau mau lebih ya usaha, entah ga jajan, entah nabung, entah kerja.

Kedua iklim di negara kita
Nah mulai yang kedua nih sudah menjurus ke pakaian. Hehe. Jadi karena kita tinggal di iklim tropis, maka kabar baiknya kita merasakan summer sepanjang tahun, malah summer bersahabat. Karena suhu panas dan dingin yang ga terlalu extrim membuat kita ga perlu mikirin baju buat winter lah, fall lah, jaket bulu lah, kaos tipis lah, pokoknya jadi praktis. Atasan kaos, celana jeans, dan sepatu canvas bisa kita pakai sepanjang tahun.

Dress code orang indonesia
Ga seperti negara lain yang ultimate dress code nya adalah setelan jas, Indonesia cukup dengan atasan batik, celana bahan, sepatu pantoefel. Ya, sesimpel itu. Kita ga perlu jas sama sekali. Bahkan saya baru punya jas ya saat nikah. Jadi memang sesimpel itu jadi minimalis di negara kita.

Udah ah gitu dulu aja, gak nanti campur aduk sama yang lain. Anyway, see you on the next content gaes!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar