Oke, kembali ke capsule waredrobe. Prinsipnya kita punya baju jumlahnya terbatas tapi terukur. Artinya ada jumlah tertentu yg harus kita punya. Dan item yg dimiliki adalah item yg interchange, jadi tidak perlu pusing memikirkan atasan ini cocok dengan bawahan mana atau saya pakai sepatu formal atau kasual. Karena semua masyook.
Untuk versi "sangar"nya ada yang mengklaim hanya punya 25 item di lemarinya. 25 itu sudah termasuk aksesoris dan sepatu. Jadi bukan cuma atasan dan bawahan. Nah disini saya kadang mikir, gimana caranya cuma punya 3-4 celana misalnya buat dipake sebulan. Apakah 1 celana dipake berminggu dan ga dicuci? Atau setiap hari mencuci baju? Bukankah jadinya ga minimalis tapi malah jadi bottle neck di sisi penggunaan daya listrik dan detergen? Bukankah ini tidak sehat buat lingkungan?
Oh iya sebelum lanjut pada kesimpulan yang akhirnya saya dapat, saya harus mengingatkan dulu. Bahwa mimimalis bukan lomba memiliki sedikit item dimana orang yang paling sedikit barangnya adalah juara. Bukan. Tapi minimalis ada pola hidup dimana kita punya barang terbatas tapi ber daya guna. Semua barang menyokong personaliti kita, nyaman buat kita. dan dampaknya, pasti terpakai. Batasannya ini bisa sangat personal. Ada orang yang cukup dengan 30an item, ada yang masih punya 100an item, tapi semua terpakai.
Sadari juga bahwa minimalis adalah proses. Kita tidak bisa ujug-ujug sortir item kita dari 100 misal jadi 30. Ya secara teknis bisa, tapi secara psikologis? Habit kita belum terbentuk to? Karena itu banyak yg gagal. Sebab setelah item hilang, nit buat beli barang baru. Sia-sialah proses decluttering. Jadi pelan pelan saja, beproses lah.
Oke, kembali ke pergumulan saya tadi. 30 item bahkan sampai sekarang tidak masuk akal buat saya. Hingga saya menemukan gagasan yang bisa jadi patokan saya buat menentukan berapa banyak saya seharusnya punya item.
Patokan yang paling mudah adalah berapa lama siklus laundry saya.
Saya contohnya memasukkan baju ke laundry setiap 4-5 hari. Karena pihak laundry mengantar balik setiap 4-5 hari. Katakanlah 5 hari, maka saya harus punya buffer sebanyak minimal 2x hari siklus. Atau dengan kata lain 10 item. Misal saya pakai kaos di hari senin sampai jumat, dan di hari jumat saya melaundry baju, maka saya harus punya 10 kaos minimal. 5 kaos di laundry, 5 kaos dipakai.
Patokan kedua adalah menentukan daily activity kita.
Saya ambil contoh daily outfit saya. Di kantor saya boleh pakai casual outfit. Dimana kami boleh pakai jeans dan sneakers tiap hari. Namun kami juga diwajibkan punya formal outfit untuk meeting dan acara formal kantor. Sehari hari saya senang menggunakan kaos dan celana pendek. Ketika keluar pun saya prefer pakai sandal. Nah, ini membantu kita menentukan item mana yang bertahan atau tidak.
Di waredrobe saya saat ini terdiri dari 10 kaos, 14 kemeja, 3 jaket, 3 celana formal, 3 chinos, 2 jeans, 2 celana joger, 2 celana pendek chinos, dan 4 celana pendek biasa. Untuk kemeja, saya sedang memikirkan untuk mengurangi lagi jumlahnya. Karena sekarang saya sering wfh dan ada yang kemeja yang kekecilan sehingga beberapa jadi jarang dan bahkan tidak pernah terpakai.
Untuk yang bertanya kenapa celana saya lebih sedikit dari kaos, itu karena saya mengganti celana 2 hari sekali. Sementara kaos saya ganti tiap hari.
Oke, cukup buat episode kali ini. Semoga memberikan patokan buat kalian dalam memulai mensortir item dan memastikan kita punya jumlah yang tepat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar