Rabu, 05 Mei 2021

Minimalis Maksimal

Apàan sih, minimalis maksimal? Maksudnya minimalis abis ya?
Hehehe.. tenang-tenang.. bukan itu..
Seperti saya mention di tulisan sebelumnya, saya lagi tertarik banget sama konsep mininalis. Memang saya belum berani bilang saya adalah penggiat gaya hidup ini, tapi saya berusaha menerapkan beberapa ide gaya hidup ini di khususnya terkait pakaian. Sebelum sampai ke sana saya mau cerita soal gaya hidup minimalis dulu.

Apa sih gaya hiduo minimalis itu?
Prinsipnya sebenernya sangat sederhana. Bahwa kita hidup dengan jumlah barang yang sangat terbatas. Kita hanya memiliki barang yang menunjang hidup dan nyaman kita gunakan saja.

Menariknya banyak orang yang menjalani pola hidup ini justru merasa hidupnya jauh lebih positif. Mereka trhindar dari stress berlebih dan punya waktu luang lebih banyak untuk melakukan aktivitas dan hal yang mereka sukai. Dengan kata lain jadi lebih produktif.

Kok bisa??
Sebenernya make sense sih. Saya ambil contoh anak saya. Sama oma-nya, anak saya dimanjakan dengan berbagai macam mainan. Sampai-sampai ada mainan yang sama dimiliki anak saya. Ketika memainkan mainannya, anak saya yang bosenan pasti tergelitik buat ganti mainan, begitu seterusnya. Tau tau lantai ruang tengah jadi penuh sama mainan, dan tebak? Yap, kita harus meluangkan waktu untuk beresin mainan. Itu baru mainan. Coba pakaian, makin banyak kita punya makin habis waktu kita buat memilih mana yang mau dipakai, membersihkan, membereskan, dll.

Itu baru dari sisi waktu. Dari sisi ruang, makin banyak barang artinya makin banyak tempat dibutuhkan. Makin banyak tempat, makin sumpek rumah kita. Makin sumpek, makin kita merasa pengap, jengah, pusing. Jadi make sense kan?

Lalu bagaimana caranya memulai pola hidup ini?
Simple. Caranya adalah dengan melakukan eliminasi barang atau istilah yang biasa dipakai adalah decluttering. Mekanismenya sederhana.
1. Kumpulkan semua barang yang kita miliki kemudian siapkan 3 wadah. Wadah pertama adalah wadah keep, wadah kedua adalah wadah sell/donate, dan wadah terakhir adalah wadah discard. Oh iya, wadah disini ga harus beli ya.
2. Ambil satu per satu barang. Kemudian moment of truth disiji. Kalau saya pribadi, saya akan menanyai diri saya 3 pertanyaan, yakni; Apakah barang ini berfungsi bagi saya,  Apalah saya nyaman menggunakannya, Apakah saya pede ketika pakai barang ini. Ketika 3 pertanyaan ini saya jawab dengan ya, maka saya masukkan ke wadah simpan. Jika ada keraguan saya pilih masukkan ke wadah sell/donate atau wadah discard tergantung kondisi barang tersebut. Oh iya, salah satu indikasi sebuah barang ga kita terlalu kepake buat kita adalah kalau dalam 60 hari aja kita ga pegang tu barang.
3. Perlakukan barang sesuai wadahnya. Buat barang yang kita keep ya kita pakai sehari hari. Buat yang sell/donate ya dijual atau sumbangkan. Buat yang discard ya buang.

Dampaknya apa?
Disclaimer sebelumnya, saya hanya coba melakukan decluttering hanya pada baju. Dampak yang jelas saya rasakan tentu saja jumlah barang berkurang. Dan ada space berlebih. Dulu satu lemari 4 susun penuh hanya untuk pakaian saya saja. Sekarang lemari dua pintu cukup untuk seluruh pakaian sekeluarga, beberapa selimut, sprei, dan handuk. Itupun masih ada space lowong.

Dampak kedua, saya nyanan dengan apa yang saya pakai dan pede dengan yang saya pakai. Dan karena saya memilih earth tone pallet (pastikan baca ulasan khusus soal ini), semua baju saya interchanging. Atasan apapun masuk ke bawahan manapun. Hal ini membuat saya secara psikologis menjadi makin sehat.

Ketiga, saya ga stres cari-cari baju. Dengan mudah saya mengontrol flow barang saya. Saya tau baju apa yang sedang di laundry, dan ketika ada barang hilang atau nembah dar laundry, saya dengan mudah recognize barang itu. Jadi ga kayak dulu waktu saya pernah eyel-eyelan sama tukang laundry terkait baju yang balik. Saya juga ga ngeh baju saya apa aja dan apakah baju tersebut beneran masuk laundry dan hilang atau ada di satu tempat di rumah saya.

Oh iya, fyi gaes..
Secara psikologis kita cuma menggunakan sesuatu yang nyaman kita pakai dan percaya atau ga kita akan selalu mengulang pola yang sama. Jadi ga heran kan ada baju yang dalam sebulan bisa kita pakai sampai 5 kali, tapi ada yang kita pake 1x setaun juga belum tentu.

Yap..
Itu dulu aja soal minimalis. Pertanyaan yang belum kejawan adalah bagaimana jadi minimalis yang maksimal? Nah masalah maksimal ini kita akan jawab lewat konten-konten lainnya ya. Sip ya..

See you gaes!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar